Sejarah Singkat

Sejarah Singkat


Sejarah STKIP Garut



Dalam pembangunan nasional, pembangunan kualitas sumberdaya manusia merupakan faktor kunci yang harus ditingkatkan.  Persoalan ini merupakan komitmen nasional yang secara nyata, menegaskan bahwa pembangunan sumberdaya manusia memperoleh prioritas yang sangat tinggi.  Sejalan dengan pemikiran tersebut, maka pembangunan kualitas sumberdaya manusia merupakan sesuatu keharusan.  Apalagi saat ini kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang diikuti oleh arus globalisasi dan informasi sangat membutuhkan tenaga-tenaga ahli (sumberdaya manusia) yang handal dan bermutu.

Partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat dalam mencapai tujuan diatas sangat dibutuhkan. Di kabupaten Garut, terdapat bebrapa perguruan tinggi swasta yang diselenggarakan oleh masyarakat. Untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan perguruan tinggi tersebut, maka pada tahun 1983,   didirikan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Garut di bawah pengelolaan Yayasan Timbanganten Garut. Dalam perkembangannya, Yayasan Timbanganten Garut bersama-sama dengan yayasan-yayasan lain yang mengelola Perguruan Tinggi di Garut bergabung dalam Yayasan Pembina STKIP Garut (Akta Notaris Nomor 32 Tahun 1985) yang bertugas untuk mewujudkan berdirinya STKIP Garut. Namun sebelum keinginan tersebut terwujud, setiap perguruan tinggi kembali dikelola oleh masing-masing yayasan penyelenggaranya. Untuk mengoptimalkan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi di STKIP Garut, maka pada tanggal 11 April 1990 Yayasan Timbanganten Garut disempurnakan dan berubah menjadi Yayasan Pendidikan Garut (YPG) dengan Akta Notaris Leontine Anggasurya, SH. Nomor 14. Sejak berdirinya sampai sekarang, STKIP Garut membina Program Strata Satu (S-1) dan Program Strata Dua (S2) untuk program studi : (1) Pendidikan Matematika, (2) Pendidikan Biologi, (3) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, (4) Pendidikan Bahasa Inggris, (5) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, (6) Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, (7) Pendidiakn Guru Sekolah Dasar (PGSD-S1), (8)  Program Studi Magister Teknologi Pendidikan (Konsentrasi Pembelajaran)-S2 dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S2).